<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2611405349263308422</id><updated>2009-09-30T03:41:45.593+07:00</updated><title type='text'>Cangkruk Bareng</title><subtitle type='html'>Tempat ngobrol dan saling tukar ide serta mencari solusi terbaik demi kebaikan bersama.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Cak Anas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14853613782940570213</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2611405349263308422.post-4398674955838853981</id><published>2008-03-02T21:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-02T21:43:21.648+07:00</updated><title type='text'>TOLOOOOONG.....HARGA TABUNG ELPIJI MELANGIT RAKYAT MENJERIT....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah program pemerintah dijalankan, dengan menarik subsidi minyak tanah dan melakukan konversi ke pemakaian gas Elpiji, justru membebani dan rakyat kecil. Betapa tidak, harga minyak tanah semakin melambung tinggi, meskipun subsidi tabung dan kompor gas sudah diberikan pada masyarakat, namun  subsidi tersebut masih belum merata. Masih ada masyarakat yang tidak mendapat jatah subsidi tersebut. Belum lagi harga gas Elpiji yang kian hari kian merangkak naik perkilonya, dan bagi pedagang makanan atau pengusaha warung yang semula memakai kompor “MiNah” harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengganti kompor mereka menjadi kompor elpiji yang layak pakai dan aman. Karena kompor subsidi yang diterima mutunya sangat rendah. Disamping itu tabung gas yang diperoleh dari subsidi relatif kecil daya tampungnya hanya 3 Kg, sedangkan kebutuhan melebihi dari kapasitas tersebut, dan mau tidak mau mereka harus membeli tabung gas yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan yang semula tabung gas dengan kapasitas 15 Kg seharga 200 ribu rupiah sampai 300ribu rupiah, sekarang menjadi 550 ribu sampai tertinggi 750ribu rupiah. Sungguh fenomena yang menakjubkan dan sangat fantastis sekaligus gila...... Alasan penjual tabung gas tersebut karena terjadi kelangkaan pasokan tabung gas. Alasan ini sering kita dengar jika ada suatu gejolak pasar, lantas siapa yang bermain dibelakang semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini jelas sangat merugikan rakyat, terutama pedagang kecil yang kelangsungan usahanya tergantung pada bahan bahan bakar minyak dan gas. Apakah dampak seperti ini sudah diperkirakan oleh pemerintah sebelumnya, karena secara tidak langsung akan membunuh usaha rakyat kecil. Sampai-sampai pas saya lagi nyari informasi harga tabung gas elpiji ada yang bilang “negara ini enaknya dibubarkan aja..., mosok kabeh rego mundak terus (semua harga kok naik terus)!””.... Mungkin ungkapan ini merupakan bentuk kekesalan rakyat kecil yang selalu jadi korban kebijakan-kebijakan yang entah siapa yang diuntungkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2611405349263308422-4398674955838853981?l=cangkrukbareng.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/feeds/4398674955838853981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2611405349263308422&amp;postID=4398674955838853981' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/4398674955838853981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/4398674955838853981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/2008/03/tolooooongharga-tabung-elpiji-melangit.html' title='TOLOOOOONG.....HARGA TABUNG ELPIJI MELANGIT RAKYAT MENJERIT....'/><author><name>Cak Anas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14853613782940570213</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02131231349715020939'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2611405349263308422.post-5115178122485962939</id><published>2008-02-27T11:34:00.002+07:00</published><updated>2008-02-27T12:01:47.184+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tinggal "MiNah" (Minyak Tanah) .......</title><content type='html'>Sore itu aku pulang dari kantor, badan masih lumayan capek, maklum jarak rumah dengan kantor hanya 14 Km. Baru saja melepas penat ada laporan dari sang istri tercinta, "Mas, minyak tanah untuk masak malam ini dan besok sudah habis, tadi sudah cari di warung pengecer sekitar rumah semua pada kosong. Ayo nyari di tempat lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat laporan itu, rasanya enggan untuk beranjak dari kursi. Namun kalo nggak beranjak segera nyari si MiNah (Minyak Tanah) alamat bakalan nggak ada santap malam dan sarapan pagi. Motor kunyalakan dan berangkatlah aku keliling nyari warung yang masih jual si MiNah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 1 jam nggak terasa keliling-keliling keluar masuk gang kampung dan tanya sana-sini, namun tak membuahkan hasil. terpaksa aku pulang masih dengan jerigen yang kosong. Semua warung kompak menjawab "Maaf Mas sudah habis, lagi kosong dan aneka jawaban yang mengecewakan hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata program pemerintah telah berjalan dengan baik. Buktinya pasokan MiNah telah berhasil di kurangi. Lalu masyarakat sudah di subsidi dengan Tabung Gas LPG beserta kompornya (walau banyak yang rusak karena kualitas yang jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi percepatan konversi ini bagiku, dan mungkin bagi masyarakat kecil umumnya betul-betul terlalu cepat. Sebab sosialisasi penggunaan kompor LPG masih relatif kurang. Ini terbukti masih terdesiar adanya kebakaran dan korban meninggal akibat kesalahan dalam penggunaan kompor LPG. Seharusnya ini tidak perlu terjadi jika sosialisasi penggunaan, perawatan dan emergensi jika terjadi sesuatu terhadap kompor dan perangkatnya diberikan secara menyeluruh kepada masyarakat, terutama masyarakat lapisan bawah yang masih awam dengan kompor LPG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya saya anti LPG, tapi kalau tidak ada edukasi yang benar terhadap penggunaan kompor tersebut, kasihan masyarakat yang harus menjadi korban karena ketidak tahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, MiNah relatif aman, tapi LPG lebih hemat. Nah tinggal pilih saja.&lt;br /&gt;Dan semakin langkanya Si MiNah, akhirnya ku ucapkan "SELAMAT TINGGAL MINAH..... SEMOGA PENGGANTIMU LEBIH BAIK....."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2611405349263308422-5115178122485962939?l=cangkrukbareng.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/feeds/5115178122485962939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2611405349263308422&amp;postID=5115178122485962939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/5115178122485962939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/5115178122485962939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/2008/02/selamat-tinggal-minah-minyak-tanah.html' title='Selamat Tinggal &quot;MiNah&quot; (Minyak Tanah) .......'/><author><name>Cak Anas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14853613782940570213</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02131231349715020939'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2611405349263308422.post-7010497869032036665</id><published>2008-02-20T10:31:00.000+07:00</published><updated>2008-02-20T12:29:49.893+07:00</updated><title type='text'>PTK memang perlu..</title><content type='html'>Rame-rame mbahas PTK yuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;PTK&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penelitian Tindakan Kelas&lt;/span&gt; salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar dan mengajar di dalam kelas. Memang mengajar di dalam suatu kelas adalah suatu yang unik dan tidak semua kelas karakternya sama.&lt;br /&gt;Ini merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru pengajar, sebab dengan karakter kelas yang berbeda-beda otomatis masalah yang timbul di dalam kelas tersebut berbeda pula. Terkadang kita sebagai pengajar mengalami satu titik jenuh, karena banyak  masalah yang timbul di dalam kelas tersebut. sehingga produktifitas serta kualitas mengajar kita kadang turun. Jika kondisi tersebut diteruskan akan berakibat fatal, terutama pada anak didik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu PTK diharapkan dapat menemukan sebuah solusi yang tepat guna mengatasi masalah tersebut. Adapun langkahnya adalah mendeteksi dulu masalah-masalah yang muncul di kelas tersebut, ibarat orang sakit seorang dokter harus mendiagnosa sakit apa yang diderita si pasien agar obat yang diberikan benar-benar manjur. Dan jika obat pertama belum bisa mengatasi, maka resep berikutnya bisa di berikan dengan dosis yang berbeda dengan dosis yang pertama. Kemudia di evaluasi lagi, apakan ada perubahan yang signifikan atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika langkah tersebut di atas sudah mendapatkan hasil maka treatment yang kita berikan sudah tepat. Namun jika masih saja belum mendapatkan hasil maka langkah terakhir adalah mendiaknosa sekali lagi akar masalahnya dan riwayat pengobatannya kemudian memberikan resep yang berbeda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang agak rumit dan memakan waktu, namun jika ini berhasil di laksanakan insya' Allah akan mendapatkan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecil misalnya,:&lt;br /&gt;Pada saat saya mengajarkan matapelajaran TIK dengan materi membuat presentasi, saya merasa ada satu masalah yang kurang dalam metode mengajar saya. Terlihat siswa cepat jenuh, karena banyak perintah-perintah aplikasi untuk membuat presentasi yang harus dihapalkan. Belum lagi latihan soal yang ada dalam buku sebatas tentang materi pelajaran di sekolah, dan ujung-ujungnya mereka nggak respon dengan apa yang saya sampaikan. Lebih parah lagi saya menjelaskan materi mereka maen GAME... busyyet ... kalo nggak sabar bisa-bisa naik darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya coba menganalisa apa yang menyebabkan mereka jenuh. apakah menghapalkan perintah aplikasi tersebut atau tugas latihannya yang kurang variatif.&lt;br /&gt;Pertemuan berikutnya saya coba resep baru dengan mengganti jenis tugas yang saya berikan. Materinya soal informasi yang sedang aktual di kalangan anak muda, misalnya lingkungan hidup, musik, sepak bola, otomotif dan kuliner. Setelah saya jelaskan sedikit tujuan membuat presentasi dengan materi-materi tersebut, akhirnya mereka sangat antusias. Tak lupa sebelumnya juga saya buatkan sebuah contoh presentasi yang sederhana tapi menarik sehingga esensial dalam pembelajaran TIK nya tetap jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dievaluasi hasilnya rata-rata lumayan bagus, dan kreatif. Ternyata ada peningkatan motivasi yang cukup lumayan. Dan ketika saya berikan tugas rumah untuk membuat materi presentasi, mereka semua mengerjakan dengan sungguh-sungguh (hanya 1 atau 2 orang saja yang tidak mengerjakan). Yang lebih membanggakan lagi di luar kelas mereka masih membicarakan pelajaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2611405349263308422-7010497869032036665?l=cangkrukbareng.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/feeds/7010497869032036665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2611405349263308422&amp;postID=7010497869032036665' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/7010497869032036665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/7010497869032036665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/2008/02/ptk-memang-perlu.html' title='PTK memang perlu..'/><author><name>Cak Anas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14853613782940570213</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02131231349715020939'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2611405349263308422.post-2596123057577982811</id><published>2008-02-20T09:52:00.000+07:00</published><updated>2008-02-20T10:30:33.623+07:00</updated><title type='text'>Murid saya belajar membuat BLOG hari ini</title><content type='html'>Pagi ini bagi saya sangat disibukkan dengan banyak tugas. Mulai dari ngajarin buat BLOG untuk siswa saya sampai ngatur jaringan internet di kantor. Sebetulnya kondisiku pagi ini nggak begitu fit, soalnya tadi malam habis ngoprek PC teman dan masih belum berhasil.&lt;br /&gt;Memang capek sekali sih, semangat untuk membagi ilmu kepada siswa-siswaku masih ada. Walaupun banyak yang sering nanya terus meski sudah berkali-kali ku jelaskan, padahal buku dan panduan di internet sudah ada.&lt;br /&gt;Belum lagi koneksi internet yang nggak stabil, membuat rasanya setahun ngajarin siswa-siswa yang nggak sabaran pingin liat hasil BLOG nya.&lt;br /&gt;Ini lho seninya dan nikmatnya jadi seorang Guru, walaupun beban pikiran berjibun tapi ada kepuasan tersendiri jika siswanya ngerti apa yang disampaikan dan ingin terus nambah rasa keingintahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So walau agak BT namun kepala tetep cool. :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2611405349263308422-2596123057577982811?l=cangkrukbareng.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/feeds/2596123057577982811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2611405349263308422&amp;postID=2596123057577982811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/2596123057577982811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/2596123057577982811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/2008/02/murid-saya-belajar-membuat-blog-hari.html' title='Murid saya belajar membuat BLOG hari ini'/><author><name>Cak Anas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14853613782940570213</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02131231349715020939'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2611405349263308422.post-135859070578818936</id><published>2007-03-18T23:56:00.000+07:00</published><updated>2007-03-19T00:35:24.025+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Dunia Pendidikan Enggan Menggunakan Linux?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:180%;"&gt;D&lt;/span&gt;unia IT memang tidak pernah surut, setiap detik selalu mengalir bagai air dan berubah-ubah bagai cuaca. Perubahan yang sangat drastis atau sering disebut dengan revolusi membuat mereka yang tidak siap akan perubahan tersebut menjadi kalang kabut, mereka akhirnya berlomba-lomba untuk mengejar dan berusaha untuk meng-upgrade kemampuan diri mereka. Namum di sisi lain ada pula yang acuh tak acuh dengan perubahan yang terjadi. Bisa jadi mereka adalah golongan orang-orang yang tahu akan perubahan, tetapi enggan dan malas untuk berubah menjadi lebih baik, atau golongan yang memang tidak tahu sama sekali kalau sudah terjadi perubahan. Nah… golongan yang terakhir inilah perlu mendapatkan pengarahan dan perhatian agar mereka tahu dan dapat memilih mana yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi di atas menggambarkan fenomena yang terjadi saat ini di negara kita, di mana telah terjadi perubahan yang begitu fantastis dalam dunia IT terutama di bidang Open Source-nya, akan tetapi masih banyak para pengguna IT masih enggan untuk menggunakannya. Mereka lebih nyaman dengan software bajakannya dari pada menggunakan software-software Open Source dalam lingkungan kerja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ada tiga alasan yang mendasar yang dapat dikemukakan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Alasan pertama:&lt;/em&gt; sangat simple, bahwa dengan menggunakan Windows mereka tidak perlu belajar lagi, karena sejak sekolah dulu mereka sudah belajar Windows. Di sisi lain pihak perusahaan atau instansi enggan bermigrasi karena akan menambah beban dengan meng-upgrade-kan lagi karyawannya. Ini tentunya akan menghambat jalannya pekerjaan/produktivitas atau ada tambahan dana untuk hal tersebut. Intinya dengan software bajakan (selama tidak terjaring razia pelanggaran UU-HAKI) mereka tetap enjoy dan aman-aman saja.&lt;br /&gt;Sebetulnya peran dunia pendidikan sangatlah penting dalam membantu penegakan Undang-Undang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), karena di dalam kurikulum pembelajarannya sudah dicantumkan materi tentang HAKI. Tetapi peran instansi pendidikan sebagai penyedia sumber daya manusia (SDM) dan dunia lapangan pekerjaan sebagai penampung output dari dunia pendidikan saat ini masih kurang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu mengapa dunia pendidikan enggan bermigrasi ke OpenSource (linux)?&lt;/strong&gt; Alasan mereka karena khawatir kalau nantinya output yang dihasilkan tidak laku di dunia lapangan kerja, sebab sekarang masih banyak perusahaan atau instansi kerja yang menggunakan OS windows dan aplikasi lain yang tidak open source. Selain itu, para pendidik TI (terutama sekolah Negeri) kurang berani mengambil keputusan untuk migrasi ke Linux dengan alasan takut kalau hal tersebut tidak sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku dari DIKNAS baik pusat maupun Daerah. Padahal semangat mereka untuk migrasi itu ada, namun karena takut menjadi suku terasing akhirnya mereka memilih yang umum saja pake Windows Bajakan. (&lt;em&gt;sumber: angket seminar&lt;strong&gt; " Linux Goes To School"&lt;/strong&gt; yang diadakan di SMA Ta'miriyah Surabaya pada hari Sabtu, 3 Maret 2007&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keputusan inilah yang akhirnya menjadikan bumerang bagi kita, sebab titik awal berkembangnya kultur dan teknologi di suatu negara berawal dari dunia pendidikan. Kalau sejak awal sudah dikenalkan dengan produk bajakan (illegal) bagaimana nantinya &lt;em&gt;output&lt;/em&gt; yang dihasilkan??...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alasan yang kedua:&lt;/em&gt; ini masuk akal juga, bahwa distro-distro yang bertebaran saat ini (khususnya di Indonesia) belum ada yang memasukkan paket-paket aplikasi pendidikan yang berbasis kurikulum di Indonesia, walaupun sudah ada distro yang berbahasa Indonesia. Distro pendidikan seperti Freeduc, Knoscience, Edubuntu dan yang lainnya, kalaupun ada unsur edukasinya masih dianggap kurang pas. Intinya pendidikan sendiri merasa kurang diperhatikan oleh para pengembang distro di Indonesia. Sebab sekarang yang ramai dibahas dalam dunia IT lebih condong dalam hal unjuk kehebatan dan keunggulan system operasi dan aplikasi, tanpa melihat sesuatu yang fundamental bagi masa depan yaitu dunia pendidikan ditingkat yang paling rendah. Tingkat pendidikan inilah yang seharusnya harus di-support secara penuh, karena di masa inilah mereka mulai mengenal IT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alasan yang ketiga:&lt;/em&gt; mungkin ada betulnya, sebab mereka para pendidik dan instansi pendidikan belum tahu apa itu linux yang tahu hanya Windows, karena sejak pertama beli komputer sudah terinstal Windows bajakan di dalamnya. Ini banyak terjadi di lingkungan pendidikan yang berada di daerah pelosok, yang jauh dari media informasi terkini (internet) atau berita-berita perkembangan IT. Jangankan menginstal distro, nama distro yang beredar saja mereka tidak kenal.&lt;br /&gt;Apakah linux hanya untuk kaum metropolis atau kota-kota besar saja? Apakah sudah ada yang mencoba para pakar, praktisi atau komunitas IT (Open Source/Linux) yang mencoba untuk sosialisasi ke daerah-daerah tersebut? Misalnya dengan roadshow dan pelatihan (workshop) dengan dukungan aparat tekait?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari alasan-alasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa keengganan dunia pendidikan menggunakan Linux sebagai software pendidikan disebabkan kurangnya dukungan penuh dari pelaksana penyelenggara pendidikan, kemudian dari pihak penyedia lapangan kerja sebagai penerima output pendidikan, dan dari para pakar, praktisi, komunitas dan pengembang Open Source itu sendiri. Pihak-pihak inilah yang sebenarnya turut dan ikut berperan serta dalam menciptakan mentalitas, kultur dan kualitas suatu bangsa dalam dunia IT di tanah air ini.&lt;br /&gt;Banyak sebetulnya generasi-generasi yang berkualitas, namun tidak ada support dan dukungan yang memadai sehingga mereka terjebak dalam lingkungan yang sudah terkondisi tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya pembajakan hak cipta, dan pelanggaran HAKI lainnya, tak lain dan tak bukan karena sejak awal mereka secara sengaja ataupun tidak sudah kita ajari menjadi seorang pembajak sejak usia dini di lingkungan pendidikan yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Jadi kita tidak perlu ribut atau saling tuding siapa yang bersalah, tetapi mari kita koreksi, apakah kita sebagai pendidik, pakar, praktisi, komunitas IT, penyedia lapangan kerja atau instansi dan aparat terkait, sudahkah kita turut dan ambil bagian dalam memperhatikan dunia pendidikan kita khususnya di bidang IT yang Open Source??.... Dan bagaimana dengan realita slogan yang dicanangkan pemerintah tentang “Indonesia Go Open Source” bisakah segera terwujud, atau hanya sekedar &lt;em&gt;Lips Service&lt;/em&gt; belaka?........Ingin jadi bangsa yang maju di bidang IT, atau sebagai pengekor?...Tentunya jawaban itu ada pada diri kita masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Gunakan Open Source/GPL untuk menyelamatkan mental generasi kita dan menghemat devisa Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2611405349263308422-135859070578818936?l=cangkrukbareng.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/feeds/135859070578818936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2611405349263308422&amp;postID=135859070578818936' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/135859070578818936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2611405349263308422/posts/default/135859070578818936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cangkrukbareng.blogspot.com/2007/03/mengapa-dunia-pendidikan-enggan.html' title='Mengapa Dunia Pendidikan Enggan Menggunakan Linux?'/><author><name>Cak Anas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14853613782940570213</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='02131231349715020939'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry></feed>